You are here: Home > Uncategorized > Pemerintah Hanya Bisa Imbau Masyarakat Tak Gunakan BBM Subsidi

Pemerintah Hanya Bisa Imbau Masyarakat Tak Gunakan BBM Subsidi

Sumber : Detik Finance

Jakarta – Tahun ini pemerintah tampaknya tidak akan melakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi bagi mobil buatan tahun di atas 2005. Wacana tersebut masih terlalu dini sehingga membutuhkan pemikiran lebih matang untuk mewujudkannya.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM pun hanya melakukan kampanye ringan (soft campaign) kepada masyarakat agar pemakaian premium lebih tepat sasaran. Konsumsi BBM bersubsidi pun besar kemungkinan melebihi kuota 36,5 juta kiloliter (KL).

“Ada kemungkinan volume terjadi penguatan dari yang diperkirakan. Alternatif yang lakukan pemerintah dengan melakukan soft campaign. Iya itu saja,” kata Menteri ESDM Darwin Zahedy, di sela-sela kunjungan ke PLTU Suralaya, Banten, Rabu (8/9/2010).

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memang memperkirakan konsumsi BBM bersubsidi akan mencapai 38,6 juta KL hingga akhir tahun ini. Dan pada bulan November, kuota yang telah ditetapkan dalam APBN-P 2010, akan habis.

Untuk itulah pemerintah didorong mencari alternatif solusi supaya konsumsi BBM bersubsidi tidak terus membengkak dari tahun ke tahun. Sayangnya, wacana pelarangan mobil keluaran 2005 mengisi bahan bakar premium masih terlalu dini. Hingga jika hal tersebut dipaksakan pada tahun 2010, akan sangat terburu-buru.

“Hal ini nampaknya tidak akan dilakukan (tahun ini), karena masih terlalu dini. Kita butuh pendalaman lebih lanjut,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Sugiharto.

Mantan Menteri BUMN ini pun menambahkan, beban APBN atas BBM bersubsidi ini tidak secara langsung akan membengkak, meskipun kuota konsumsi bakal naik di tahun 2010. “Kalau harganya tidak mengalami kenaikan kan tidak berarti akan naik. Kita lihat saja nanti,” tegasnya.

Seperti diketahui, hingga semester I-2010, penjualan premium dan solar sudah lebih dari separuh target APBN-P 2010. Premium telah dibakar pada kendaraan sebanyak 11,075 KL atau 51,67% persen dari kuota 21,434 juta KL.

Untuk bahan bakar solar, sudah terpakai 6,218 juta KL atau 5,55 % lebih banyak ketimbang kuota 11,194 KL. Dan banyak pihak menyakini, penggunaan BBM bersubsidi akan lebih banyak pada semester II-2010.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.